Postingan

Review Animal Farm - George Orwell

Gambar
  Source Kapan waktu sempet baca novel dar der dor ini yang udah terkenal di seluruh dunia, cuman belum sempet di review aja. Katanya, novel ini bergenre distopia yang mana menurut Google, distopia adalah genre fiksi yang menggambarkan masyarakat imajiner di masa depan dengan kehidupan sengsara dan tertindas. Novel ini juga bergenre satir politik, alegori dan fabel. Ceritanya mengenai sekelompok hewan di sebuah peternakan di Inggris yang merasa tertindas dan diperbudak oleh manusia. Suatu hari, mereka merencanakan pemberontakan agar bisa merdeka dari manusia dan bisa hidup bebas sebagai hewan. Singkat cerita, pemberontakan mereka berhasil. Mereka bisa terbebas dari manusia dan hidup merdeka sebagai hewan. Namun, ternyata konflik utama menurutku muncul dari konflik internal di kelompok hewan itu sendiri. Belajar politik menjadi lebih mudah melalui novel Animal Farm karena cerita yang dibungkus genre fabel. Aku jadi bisa menggambarkan kurang lebih begini, membayangkan sebuah rakyat d...

Lebaran Terasa Meresahkan Bagi Gen Z yang Suka Ditanya Kapan Nikah, Namun Gen Z Lain yang Sudah Memiliki Pasangan Merasa Aman dan Terselamatkan

Lebaran seharusnya menjadi momen membahagiakan bagi umat Islam karena hari tersebut merupakan perayaan setelah selama sebulan penuh menunaikan ibadah. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi generasi Z atau biasa juga disebut sebagai generasi cemas. Teman saya, Mona yang tiga tahun lagi menginjak usia kepala tiga, sudah memperlihatkan muka lelah dan ditekuk bahkan sebelum bulan puasa Ramadan dimulai. Mona sangat kesal jika ditanya "kapan nikah" oleh tetangga dan kerabat-kerabatnya. Hari Idulfitri seakan-akan momok bagi Mona. Sewaktu silaturahmi ke rumah tetangga dan kerabat, dia merasa seperti dijatuhi hukuman berat. Tiap tahun khususnya di Hari Idulfitri, Mona kerap mendapatkan pertanyaan kapan nikah dari tetangga dan kerabatnya. Entah hanya basa-basi atau benar-benar bertanya serius, hal tersebut sangat membebani mental Mona, apalagi Mona tipe yang gampang overthinking . Terlalu banyak mikir, bisa membuat asam lambungnya kumat. "Masalahnya aku harus mencari jodoh ke man...

Review Namaku Alam Jilid I - Leila S. Chudori

Gambar
Source Picture Namaku Alam Jilid I - Leila. S. Chudori Jujur, aku tidak bisa membayangkan menjadi seorang Segara Alam dengan segala latar belakang keluarganya yang berat itu. Aku tidak tahu apakah aku akan sanggup menjalani kehidupan sebagai bagian dari keluarga tapol (tahanan politik) di masa orba.  Namaku Alam merupakan trilogi dari novel Pulang. Novel ini merupakan spin-off novel Pulang, menceritakan mengenai tokoh bernama Segara Alam, seorang anak dari seseorang yang dituduh menjadi bagian dari peristiwa G30S/PKI. Segara Alam dengan keunikannya, memiliki photographic memory , sebuah kemampuan bisa mengingat apa saja sekalipun itu peristiwa buruk. Karena kemampuannya itu, ia sering dihantui peristiwa-peristiwa di masa lalu, seperti ketika keluarganya ditahan para intel. Alam ingat betul, peristiwa mengerikan yang menimpa keluarganya kala ia masih berumur 3 tahun. Selama hidup, ia harus menanggung beban sejarah keluarganya, didiskriminasi dalam anggota keluarga, sekolah dan lingk...

Review Laut Bercerita - Leila S. Chudori

Gambar
  Source Laut Bercerita - Leila S. Chudori 🫧𓇼𓏲*ੈ✩‧₊˚ 🌊 Jujur, awal membaca novel ini, aku merasa biasa aja. Aku merasa, masih bagus novel Pulang daripada Laut Bercerita. Aku mulai semangat membaca ketika sudah di pertengahan dan konflik mulai menegang. Ketika Laut, dkk, harus merunduk di bawah tanah, kabur dari kejaran Intel sewaktu situasi politik di masa Orde Baru semakin memanas. Memang, aku tidak bisa jika tidak membandingkan novel ini dengan Novel Bu Leila - Pulang. Bagaimana, ya, aku lebih dulu baca novel Pulang, jadi aku merasa sedari awal baca novel Pulang, tuh, bagus banget. Berbeda dengan karakter Alam di Pulang, karakter Laut di novel Laut Bercerita adalah seorang yang pendiam, penyayang, pintar, kritis, dan kutu buku. Laut Bercerita terinspirasi dari kisah penghilangan paksa 13 aktivis di zaman menjelang runtuhnya Orde Baru. Sebagian aktivis dibebaskan, sebagian lagi menghilang sampai saat ini. Meski penculik aktivis kala itu diadili, dalang dibalik penculikan akti...

Dua Puluh Lima

Gambar
  Source: Personal doc. Tahun ini, umurku genap dua puluh lima. Benar-benar tidak terasa. Hidup berjalan begitu cepat, bukan? Atau akunya saja yang terbiasa hidup autopilot di usia ini. Tidak ada sesuatu yang spesial menurutku. Hanya umur yang bertambah. Namun, aku mulai merasa, kretek-kretek tulangku yang semakin sering, pegal-pegal di badan karena jarang olahraga. Seakan-akan menyadarkanku bahwa usiaku bertambah tua. Jujur, secara pemikiran aku masih merasa di usia awal dua puluhan, aku tidak merasa aku sedewasa itu dalam hal berpikir. Hanya saja tubuh berkata lain. Apa semua orang yang menginjak usia dewasa memiliki pemikiran seperti ini? Merasa secara pemikiran belum dewasa, namun tubuh menunjukkan sebaliknya. Aku senang di umur-umurku saat ini, masih banyak orang yang mengira aku masih sekolah atau kuliah. Entah, mereka benar-benar tidak tahu usiaku atau hanya basa-basi saja. Siapa juga yang tidak mau dianggap muda ketika umur sudah bertambah tua. Bahkan sekelas lansia saja s...

Review Broken Strings - Aurélie Moeremans

Gambar
  Source: Screenshot dari E-Book Broken Strings Broken Strings - Aurélie Moeremans 🌿⚘.⋆˚࿔🍃༄ Aku tertarik membaca buku kak Aurélie karena berawal dari viral. Membaca buku ini, aku bisa merasakan apa yang dirasakan penulis. Buku ini adalah memoar penulis bernama Aurélie, ia menceritakan dirinya di usia remaja, pernah mengalami manipulasi emosional, pemaksaan, perundungan, pelecehan seksual, dan kekerasan psikologis dari mantan pacar. Awalnya berat bagiku membaca buku ini, namun aku tidak bisa berhenti, seolah-olah diriku menuntut untuk membaca. Setelah membaca Broken Strings aku jadi bisa mengamati, perilaku manipulatif pelaku memiliki pola. Korban sulit untuk keluar dari lingkaran manipulasi, butuh keberanian besar untuk keluar dari itu semua. Menyadari adanya pola, belum tentu dengan mudah keluar dari situasi tersebut. Aku penasaran, bagaimana penulis bisa keluar dari lingkaran setan manipulasi. Ternyata jawabannya ada pada keberanian penulis sendiri. Meski demikian, support syst...

Review Pulang - Leila S. Chudori

Gambar
  Source Pulang - Leila S. Chudori ‧₊˚ ⋅🌿🌱𓂃 ࣪ ִֶָ. Pulang membuatku campur aduk ketika membacanya. Buku ini menceritakan mengenai sejarah tahun 1965, dimana terdapat karakter bernama Dimas Suryo menjadi eksil politik di Paris karena dituduh bagian dari PKI. Buku ini memiliki banyak POV. Pembaca dibawa kepada beratnya menjadi seorang eksil politik di luar negeri, banyak orang pada masa orba sebenarnya bukan bagian dari PKI namun tetap ditahan, diburu, dieksil hingga dicap sebagai musuh negara. Cap eks tapol menyulitkan mereka mencari pekerjaan, didiskriminasi oleh masyarakat, hidup seluruh keluarga dan anak keturunan seakan-akan bagian dari dosa sejarah. Buku ini menyingkap sejarah pahit bangsa Indonesia, khususnya tahun 1965 dan 1998. Bahwa yang terjadi pada masa itu tidak bisa dilabeli hitam dan putih. Dari Pulang kita akan tahu, apakah sebenarnya PKI sejahat itu, atau korban kambing hitam pemerintah. Buku ini menceritakan propaganda pemerintah orba yang menanamkan bahwa PKI ad...