Postingan

Review Laut Bercerita - Leila S. Chudori

Gambar
  Source Laut Bercerita - Leila S. Chudori 🫧𓇼𓏲*ੈ✩‧₊˚ 🌊 Jujur, awal membaca novel ini, aku merasa biasa aja. Aku merasa, masih bagus novel Pulang daripada Laut Bercerita. Aku mulai semangat membaca ketika sudah di pertengahan dan konflik mulai menegang. Ketika Laut, dkk, harus merunduk di bawah tanah, kabur dari kejaran Intel sewaktu situasi politik di masa Orde Baru semakin memanas. Memang, aku tidak bisa jika tidak membandingkan novel ini dengan Novel Bu Leila - Pulang. Bagaimana, ya, aku lebih dulu baca novel Pulang, jadi aku merasa sedari awal baca novel Pulang, tuh, bagus banget. Berbeda dengan karakter Alam di Pulang, karakter Laut di novel Laut Bercerita adalah seorang yang pendiam, penyayang, pintar, kritis, dan kutu buku. Laut Bercerita terinspirasi dari kisah penghilangan paksa 13 aktivis di zaman menjelang runtuhnya Orde Baru. Sebagian aktivis dibebaskan, sebagian lagi menghilang sampai saat ini. Meski penculik aktivis kala itu diadili, dalang dibalik penculikan akti...

Dua Puluh Lima

Gambar
  Source: Personal doc. Tahun ini, umurku genap dua puluh lima. Benar-benar tidak terasa. Hidup berjalan begitu cepat, bukan? Atau akunya saja yang terbiasa hidup autopilot di usia ini. Tidak ada sesuatu yang spesial menurutku. Hanya umur yang bertambah. Namun, aku mulai merasa, kretek-kretek tulangku yang semakin sering, pegal-pegal di badan karena jarang olahraga. Seakan-akan menyadarkanku bahwa usiaku bertambah tua. Jujur, secara pemikiran aku masih merasa di usia awal dua puluhan, aku tidak merasa aku sedewasa itu dalam hal berpikir. Hanya saja tubuh berkata lain. Apa semua orang yang menginjak usia dewasa memiliki pemikiran seperti ini? Merasa secara pemikiran belum dewasa, namun tubuh menunjukkan sebaliknya. Aku senang di umur-umurku saat ini, masih banyak orang yang mengira aku masih sekolah atau kuliah. Entah, mereka benar-benar tidak tahu usiaku atau hanya basa-basi saja. Siapa juga yang tidak mau dianggap muda ketika umur sudah bertambah tua. Bahkan sekelas lansia saja s...

Review Broken Strings - Aurélie Moeremans

Gambar
  Source: Screenshot dari E-Book Broken Strings Broken Strings - Aurélie Moeremans 🌿⚘.⋆˚࿔🍃༄ Aku tertarik membaca buku kak Aurélie karena berawal dari viral. Membaca buku ini, aku bisa merasakan apa yang dirasakan penulis. Buku ini adalah memoar penulis bernama Aurélie, ia menceritakan dirinya di usia remaja, pernah mengalami manipulasi emosional, pemaksaan, perundungan, pelecehan seksual, dan kekerasan psikologis dari mantan pacar. Awalnya berat bagiku membaca buku ini, namun aku tidak bisa berhenti, seolah-olah diriku menuntut untuk membaca. Setelah membaca Broken Strings aku jadi bisa mengamati, perilaku manipulatif pelaku memiliki pola. Korban sulit untuk keluar dari lingkaran manipulasi, butuh keberanian besar untuk keluar dari itu semua. Menyadari adanya pola, belum tentu dengan mudah keluar dari situasi tersebut. Aku penasaran, bagaimana penulis bisa keluar dari lingkaran setan manipulasi. Ternyata jawabannya ada pada keberanian penulis sendiri. Meski demikian, support syst...

Review Pulang - Leila S. Chudori

Gambar
  Source Pulang - Leila S. Chudori ‧₊˚ ⋅🌿🌱𓂃 ࣪ ִֶָ. Pulang membuatku campur aduk ketika membacanya. Buku ini menceritakan mengenai sejarah tahun 1965, dimana terdapat karakter bernama Dimas Suryo menjadi eksil politik di Paris karena dituduh bagian dari PKI. Buku ini memiliki banyak POV. Pembaca dibawa kepada beratnya menjadi seorang eksil politik di luar negeri, banyak orang pada masa orba sebenarnya bukan bagian dari PKI namun tetap ditahan, diburu, dieksil hingga dicap sebagai musuh negara. Cap eks tapol menyulitkan mereka mencari pekerjaan, didiskriminasi oleh masyarakat, hidup seluruh keluarga dan anak keturunan seakan-akan bagian dari dosa sejarah. Buku ini menyingkap sejarah pahit bangsa Indonesia, khususnya tahun 1965 dan 1998. Bahwa yang terjadi pada masa itu tidak bisa dilabeli hitam dan putih. Dari Pulang kita akan tahu, apakah sebenarnya PKI sejahat itu, atau korban kambing hitam pemerintah. Buku ini menceritakan propaganda pemerintah orba yang menanamkan bahwa PKI ad...

Review Film Tinggal Meninggal (2025)

Gambar
  Source:  Pinterest Film Tinggal Meninggal (2025) atau disingkat dengan sebutan TingNing baru saja tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2025. Film ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Gema yang suka berbicara dengan dirinya sendiri. Suatu hari, papa Gema meninggal dunia dan dia mendapatkan perhatian dari teman sekantornya. Untuk itu, Gema berpikir, apa harus ada yang meninggal lagi supaya dia mendapatkan perhatian? Film ini merupakan film yang kutunggu. Sewaktu film ini rilis, aku excited untuk menontonnya. Aku merasa relate dengan karakter Gema yang suka berbicara sendiri. Setelah menonton filmnya, ternyata karakter Gema lebih complicated dari yang kubayangkan. Sewaktu menonton, tentu penonton dibuat ketawa, sesuai dengan genre dari film ini yaitu dark comedy . Namun bedanya, comedy -nya berasal dari kegetiran hidup. Penonton seakan dibuat ketawa tapi juga mikir, "ini sebenernya boleh diketawain nggak, sih?" Awalnya, aku simpati dengan karakter G...

Review Buku Baitul Maqdis for Dummies

Gambar
  Source: Personal doc. Liberation of Mind before Liberation of Land!! 🍉 Baitul Maqdis for Dummies - Felix Y. Siauw dan Tim Tahrir Al-Aqsha Indonesia Buku ini dimulai dari sejarah dan alasan umat Islam harus membela Baitul Maqdis, sebuah tempat yang berada di Plstn, tempat yang saat ini sedang dijajah oleh zeeonees isnotreal. Membela Baitul Maqdis merupakan salah satu akidah dari umat Islam. Di Baitul Maqdis, terdapat salah satu masjid suci bagi umat Islam yaitu Masjid Al-Aqsha. Masjid tersebut merupakan kiblat pertama umat Islam sebelum dipindah ke Masjid Al-Haram. Masjid tersebut juga salah satu tempat penting bagi peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw. pada tahun kesedihan. Bagi dummies sepertiku, aku seneng banget ada buku ini. Aku pribadi mencari buku yang bisa menjelaskan mengenai sejarah tentang Plstn dan isnotreal dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami. Buku ini menjelaskan alasan umat Islam harus membela Baitul Maqdis, sejarah Bani Israil sampai adanya isnotre...

Suara Hatiku tentang Gaza

Gambar
Source Beberapa bulan ini, aku dibuat stres dengan berita di media sosial terkait kondisi Gaza. Aku yang biasanya cuek dan malu untuk bersuara tentang Palestina, kali ini ikut bersuara dengan kemampuanku yang sangat tidak seberapa. Sejak berita Gaza Freedom Flotilla bertebaran di media sosial, aku tertarik dengan sosok gadis yang paling jadi sorotan. Greta Thunberg. Seorang aktivis iklim dan kemanusiaan.  Dari aku yang sangat awam dengan sosok Greta, sejak tergabungnya ia dalam Gaza Freedom Flotilla bersama sebelas aktivis lainnya, menaiki kapal Madleen dan berangkat menuju Gaza, dari situlah aku terinspirasi dari sosoknya dan ingin seberani dirinya. Aku sebenarnya tidak tahu, apakah perasaan takut dan malu yang ada dalam diriku dipengaruhi oleh mental illness -ku atau ini bawaan dari sifatku. Bisa jadi dua-duanya. Yang jelas, aku adalah seorang pemalu dan takut untuk menyuarakan pendapatku. Aku takut orang-orang akan menghakimiku dan tidak suka padaku jika aku menyatakan pendapatk...