Review Broken Strings - Aurélie Moeremans
Source: Screenshot dari E-Book Broken Strings
Broken Strings - Aurélie Moeremans 🌿⚘.⋆˚࿔🍃༄
Aku tertarik membaca buku kak Aurélie karena berawal dari viral. Membaca buku ini, aku bisa merasakan apa yang dirasakan penulis. Buku ini adalah memoar penulis bernama Aurélie, ia menceritakan dirinya di usia remaja, pernah mengalami manipulasi emosional, pemaksaan, perundungan, pelecehan seksual, dan kekerasan psikologis dari mantan pacar.
Awalnya berat bagiku membaca buku ini, namun aku tidak bisa berhenti, seolah-olah diriku menuntut untuk membaca. Setelah membaca Broken Strings aku jadi bisa mengamati, perilaku manipulatif pelaku memiliki pola. Korban sulit untuk keluar dari lingkaran manipulasi, butuh keberanian besar untuk keluar dari itu semua. Menyadari adanya pola, belum tentu dengan mudah keluar dari situasi tersebut.
Aku penasaran, bagaimana penulis bisa keluar dari lingkaran setan manipulasi. Ternyata jawabannya ada pada keberanian penulis sendiri. Meski demikian, support system dari orang ketiga seperti mama penulis, keluarga dan teman-temannya sangat dibutuhkan untuk memacu keberanian penulis keluar dari lingkaran manipulasi.
Pasca lepas dari pelaku, penulis berkata tidak mudah lepas dari pola menjalin hubungan tidak sehat dengan orang lain. Jadi, penulis berhenti sejenak menjalin relasi romantis, belajar mencintai diri sendiri untuk hidup yang lebih baik. Aku turut bahagia, ketika endingnya penulis berakhir bersama orang yang tepat.
Bagaimana pun, bekas manipulasi tidak dengan mudah hilang, korban bisa menarik orang toksik berikutnya dan mengulangi pola yang sama jika tidak belajar mencintai diri sendiri.
Sewaktu dalam lingkaran manipulasi, korban sering dibuat bersalah bahkan penuh dosa oleh pelaku, mengakibatkan korban memiliki self-esteem yang rendah.
Membaca Broken Strings menyadarkanku bahwa pelaku selamanya tidak akan berubah. Namun, pelaku bukan sosok yang harus ditakuti. Pelaku memang selalu memilih korban yang polos dan naif agar dirinya bisa terlihat lebih besar.
Aku selalu mempercayai karma itu nyata. Jujur, terkadang dunia terlihat tidak adil, tapi Tuhan dengan cara-Nya menunjukkan bahwa semesta memiliki keadilannya sendiri. Dia yang menabur, dia yang akan menuai.
Untuk teman-teman penyintas, kalian tidak sendiri. Terima kasih kak Aurélie sudah menuliskan ini. Buku yang berat bagi sesama penyintas. Terima kasih telah membagikan bukumu secara gratis dalam versi digital. Aku tahu, tidak mudah membagikan cerita berat ini, Kak. Sehat selalu dan tetap kuat.
Buat teman-teman yang mau baca Broken Strings secara legal, bisa langsung ke bio Instagram kak Aurélie dan klik link yang ada di sana. Buku tersebut juga akan diterbitkan secara cetak.
#reviewbuku #brokenstrings #aureliemoeremans #aurelie #korbanbukanaib
Edit lewat Canva
Source: Screenshot dari E-Book Broken Strings
Source: Screenshot dari E-Book Broken Strings
Source: Screenshot dari E-Book Broken Strings
Source: Screenshot dari E-Book Broken Strings
Source: Screenshot dari E-Book Broken Strings







Aku ga nyangka, dibalik pesona dan ketenaran seseorang ternyata menyimpan masa lalu yang kelam. Belasan tahun silam entah aku masih SMP, ingat sekilas berita mengenai aktris ini. Kabarnya, perempuan ini ga mengakui pernah menikah, padahal sudah. Beritanya seakan menjelek-jelekkan aktris ini. Aku waktu itu seperti tersihir, aku merasa perempuan ini ga benar seperti yang beritakan demikian. Meski cuma sebatas itu, meski aku juga ga menjelek-jelekkan, jauh dari sekarang aku tetap masih merasa bersalah karena aku juga baru tahu keadaan yang sebenarnya.
BalasHapusTakdir akan selalu menemukan jalannya. Akhirnya dunia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku salut sama perempuan ini, ia bisa bangkit dan melangkah lagi. Karena seperti yang penulis katakan, tidak mudah untuk keluar dari lingkaran pelaku yang manipulasi. Awalnya, pelaku datang dengan citra yang 'positif' seperti vilain sebelum menampakkan wujud aslinya yang membuat orang lain merasa kecil. Merendahkan orang untuk menaikkan dirinya yang rapuh. Justru korban lah yang kuat di sini, bisa menghadapi dan lepas dari sosok seperti itu. Korban yang punya hati tulus untuk dunia yang ga sempurna ini.
Aku belum baca bukunya sih, tapi aku suka dengan tulisannya yang jika dibaca sekilas terasa dari hati. Aku salut sama korban yang ga ingin hal yang sama terjadi dengan banyak perempuan lain dengan membagikan tulisannya tanpa sepeserpun. Aku juga ingin membaca bukunya, karena ingin mengetahui jalan cerita perempuan kuat ini. Untuk korban-korban lain seperti Aurélie seperti yang menulis review ebook ini katakan, kalian tidak sendiri. Teruntuk yang menulis review ini juga terima kasih, teruslah menulis review bagus seperti ini. Btw, aku penasaran apakah pelaku juga punya trauma di masa lalu dengan dirinya sendiri sehingga melampiaskannya dan selalu tidak sadar dengan apa yang pernah dia lakukan ke korban? Imho, banyak yang speak up ke pelaku kalau kelakuannya itu buruk tapi dia mencari belas kasihan dengan korban supanya menganggap kata mereka itu salah, dia mencari validasi dan pembenaran supaya saat korban ini merasa 'apakah benar yang selama ini aku duga?' menyangkalnya karena pelaku sudah jaga-jaga sebelumnya, sehingga korban susah lepas begitu saja.
Itulah gunanya nggak mempercayai seratus persen media, karena biasanya belum tentu sesuai fakta.
HapusDunia memang seringkali terlihat tidak adil, dan terkadang aku juga berpikir begitu. Di sisi lain, aku juga percaya karma. Sehingga, aku pikir sebenarnya Tuhan itu adil, cuman manusia sering nggak bisa lihat itu karena ketutup rasa frustrasi.
Aku pikir, selalu ada resiko dibalik viralnya sesuatu. Kita tahu lah, negara ini masih gimana. Stigma negatif untuk korban, hukum tumpul ke bawah, tajam ke atas. Itu berarti, ketika speak up lewat memoar, Aurélie sudah menerima resikonya. Alhamdulillah, sih, bisa mewakili penyintas yang belum bisa speak up karena terkendala belum punya power dan resiko.
Sama-sama Bunga. Kalau soal pelaku ada trauma atau enggak, aku pribadi juga nggak tahu. Tapi nggak bisa dibenarkan kalau trauma itu dijadikan alasan untuk membenarkan manipulasi yang pelaku lakukan.
Menurutku, orang seperti itu akan tetap sama sampai wafat, nggak akan pernah berubah. Saat ini, Aurélie udah punya power, jadi mau jatuhin bagaimana pun, menurutku sulit. Malah plenger final tuh buat pelaku.
Yeah, karena media cuma mau memberitakan yang heboh dan panas aja tanpa peduli gimana kebenarannya, terkadang juga ga bertanggungjawab hanya memikirkan pundi2 saja. Yeah, dunia memang ga sempurna dan ga adil, dan Tuhan itu adil itulah kenapa neraka juga diciptakan tidak hanya surga. Alhamdulillah, jadi banyak yang dukung Aurélie sekarang yang ga dukung itu agak laen. Lupakan pelaku yang di negara kita cancel culture itu sering ga ada, yang penting Aurélie jadi lebih tangguh sekarang dan punya kehidupan yang lebih baik.
HapusBener guys, setuju. Pasti tetep ada pro dan kontra dari viralnya kisah hidup Aurélie lewat memoar Broken Strings. Aku sih memilih mendukung karena aku percaya sama apa yang ditulis Aurélie. Alhamdulillah, kita pun sebagai perempuan harus lebih tangguh dan bahagia kayak beliau, dijauhkan dari laki-laki macam Bobby dalam karakter Broken Strings.
Hapus