Life and Tears

 Life and Tears

Oleh: Cloud and Shine


Terkadang memang semesta menertawakan kehidupanmu.

Jatuh bangunmu. Jerih payah mu. Pengorbananmu.

Seperti sebuah kotoran yang berbau busuk.

Orang lain memandangnya dengan memicingkan mata.

Apalah air mata ini berdaya untuk meratapi segala kisah.

 

Tak ada satu pun hidup di ruang sementara jika tidak merasakan nestapa.

Senang, sedih, marah, menangis, itulah pahit manis segala kecap kehidupan.

Merasa kesal, berbeda, menjadi bertengkar, menjadi asing.

Kehidupan ini penuh tangisan dan ratapan.

Penuh candaan dan kebahagiaan.

 

Dan penuh dengan ... ratapan.

Semakin besar semakin kentara lah. kehidupan yang sebenarnya memuakkan

Dulu saat sekecil itu kita menangis hanya karena ice cream jatuh.

Sekarang kita menangis karena mulai ditinggalkan, mulai dilupakan.

Mulai berubah.

 

Seperti ingin mengabaikan segalanya.

Namun tetap seperti sosok yang menelikung mu dari depan belakang

Menghantam mu dari depan.

Canda tawa tak lagi sama. Menangis dengan rasa yang berbeda.

Semuanya semakin berbeda.

Semakin tidak terasa, dan diam-diam kita melewatinya.



Titimangsa: Rumah - Jumat, 30 Oktober 2020

Komentar

  1. Huhu suka kutipannya cloud eh atau puisi ya, sedih haru.. bercampur aduk perasaan.. suka kata-katanya elok sekali..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Itu puisi. Makasih ya, Bunga udah mampir baca.

      Hapus

Posting Komentar